Tuesday, January 22, 2019

Lika-liku Menjadi Seorang Translator

Yo gaes, ketemu lagi setelah tidak posting lama sekali karena suatu hal yang mengharuskan aku meninggalkan sejenak blog dan pekerjaan. *TOP SECRET* lol

Soo, ya, kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman menjadi seorang translator atau istilah kerennya, penerjemah. yoi, seorang penerjemah atau translator biasanya tugasnya yaitu alih bahasa, dari bahasa sumber ke bahasa target.

Apa sih Translator itu?📚

Kalau di Indonesia ini, Translator itu dibagi jadi dua. Ada sworn translator atau "Penerjemah Tersumpah" dan Penerjemah biasa (belum tersumpah). Dari tugasnya memang sama saja. Tapi untuk Penerjemah Tersumpah ini biasanya akan mematok tarif tinggi karena hasil terjemahannya merupakan hasil terjemahan orang yang sudah certified gitu lah. Bukan bermaksud menjatuhkan image penerjemah biasa (orang aku sendiri juga penerjemah biasa), as I know sih, kualitas terjemahan penerjemah biasa sekarang gak kalah bagus dengan penerjemah tersumpah.

Oh ya, mungkin dalam bayangan kalian, translator itu bertugas sebagai alih bahasa untuk yang tertulis dan yang lisan. Yaa, sebenernya sedikit berbeda sih, sejauh yang aku tau, Translator itu terbatas pada penerjemahan tulisan saja, sementara untuk yang menerjemahkan secara lisan dan spontan itu disebut interpreter. Yang membedakan hanya istilah dan field pekerjaannya saja. jadi saat ini kuharap kalian sudah bisa membedakan. hehe.



Ngapain aja kerjanya Translator?💪

Bisa dibilang kerjanya translator itu sekarang cukup mudah. Tinggal menerjemahkan aja. Misalnya, aku sebagai translator dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, tinggal buka google translate, KBBI, dan website penyedia arti kata istilah dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Kerjanya tinggal membaca, memahami, menerjemahkan, meng-edit. whehehe. Jika kalian bekerja sebagai translator pribadi, maka semua itu akan kalian lakukan sendiri, tapi jika kalian memiliki tim, pekerjaan tersebut akan menjadi lebih ringan dengan sistem bagi tugas.

Seorang Translator harus bisa memahami dulu apa teks yang mau diterjemahkan, kemudian mulai merangkai kata dengan makna yang sama dengan teks sumber dan diramu dalam bahasa target. baru setelah semua selesai ditulis dalam bahasa target, kita akan meninjau lagi. Kali aja ada kesalahan ketik, kesalahan nerjemahin, kesalahan word order, dan kesalahan-kesalahan lainnya.

Susah nggak sih jadi Translator?😕


Well, bisa dibilang jadi Translator itu nggak terlalu susah sih, tapi nggak terlalu gampang juga. *hehe. Kalian kudu bisa memahami beberapa istilah dalam kedua bahasa tersebut (atau bahasa inggrisnya terms), kemudian collocations, realia, dan beberapa aturan penerjemahan yang harus diterapkan ketika menerjemahkan.

Apa saja modal untuk menjadi Translator?💸


Quite free. Terlebih kamu yang lulusan jurusan bahasa (apa saja). Kamu hanya membutuhkan sebuah laptop atau komputer, kamus, internet, dan secangkir kopi hangat. ☕. Seperti apa yang pernah kualami, aku telah menjadi translator sejak masa kuliah dulu, kurang lebih pas semester 7. Ada alasannya kenapa aku mulai berkecimpung di dunia Translation ini di semester 7:
Pertama, karena waktu yang sudah sangat luang - Semester 7 ku menyisakan beberapa mata kuliah saja, seperti magang, dan persiapan skripsi. Kedua, sebagian besar ilmu per-bahasa Inggrisan sudah pernah dirasakan *meski belum menguasai banget-banget. Ketiga - ajakan temen untuk bergabung dalam kelompok penerjemahnya.
Jadi, untuk menjadi Translator, kamu hanya membutuhkan 2 atau lebih bahasa yang kamu kuasai, laptop atau komputer, kamus, dan internet (dan sinyal yang bersahabat).

Keuntungan jadi Translator?📈


Nah ini, nih yang biasanya dicari. Keuntungan jadi Translator. wkwk. Aku sendiri merasakannya.

1. 👨Kenal orang-orang penting - biasanya banyak orang penting seperti bidan, dan mahasiswa S2 yang minta tolong terjemahkan buku atau tugasnya otomatis dong kita jadi kenal,
2.👯 Kenal orang lintas jurusan (teman satu angkatan, senior, maupun junior) - bagi kamu yang masih nerjemahin dan masih berkutat di lingkungan sekolah ataupun kampus,
3.💬 Pengetahuan yang mungkin gak pernah terpikir kamu akan mempelajarinya *iyalah, lewat membaca dokumen yang ditranslate kan kepadamu,
4. ➕Poin Plus tersendiri - pastinya ini bakal nambah pengalaman kerja dan nilai plus pada CV kamu.
5. 💰Alat transaksi sah di Indonesia - yaps, kalau kamu bekerja secara profesional, kamu akan dapatkan pengganti lelah penatmu dengan sebuah alat transaksi sah berupa Uang!.
6. 🙋Kepuasan Tersendiri - ya, aku merasakan sendiri ketika aku membantu temenku yang penelitiannya tentang IT perlu diterjemahkan ke bahasa Inggris untuk dikirim ke kancah Internasional. Terakhir kali kudengar, kabarnya penelitiannya diterima dan tembus untuk pendanaan. Meski bukan karyaku, tapi aku ikut bangga ketika dia pasang status Whatsapp dan mempromosikan jasa penerjemahanku. what a good feelings!

Begitulah, pengalamanku jadi penerjemah. Bahkan sampai sekarang aku juga masih penerjemah di sebuah instansi swasta. Hehehe. Nah, gimana gaes, tertarik buat menjadi translator?❔

Load disqus comments

0 comments